Minggu, 26 Maret 2023

SAYA SIAP JADI KADER ULAMA!! Program Pendidikan Kader Ulama (PKU) - MUI Kab. Bekasi

Program Pendidikan Kader Ulama (PKU) - MUI Kab. Bekasi dengan tujuan utama "Membentuk Kader Dakwah Berwawasan Wasathiyyah". 

Hari pertama puasa ramadhan 1444 H yang jatuh pada tanggal 23 Maret 2023 lalu, saat mendapatkan informasi seputar program tersebut, posisi saya sedang berada di Kantor Sanema Tour and Travel - Karawang. Saat itu saya sedang mendaftarkan calon jama'ah umroh yang in-syaa allah akan berangkat umroh pada 6 Mei 2023 / Syawal 1444 H. Saya menerima pesan via WhatsApp dari Sekum MUI Kec. Sukatani, Ust. Abdul Aziz Mustakim, S.Pd.I. 

Selesai urusan di kantor travel, saya pulang dan mulai membaca secara lengkap surat pemberitahuan Program PKU yang saya terima. Sebaris demi sebaris saya baca sampai bagian yang paling akhir. Di Sana ada informasi tentang mengirimkan 5 orang setiap kecamatan untuk mewakali kecamatan tertentu dalam mengikuti program PKU tersebut. Setiap peserta harus memenuhi 8 syarat yang diajukan diantaranya warga kabupaten bekasi, mampu membaca kitab kuning, lulusan S1 atau pondok pesantren, usia minimal 23 tahun dan maksimal 40 tahun, memiliki kepedulian terhadap isu keummatan, dan kelengkapan administrasi, juga dinyatakan lulus oleh panitia. 

MEMILIKI KEPEDULIAN TERHADAP ISU KEUMMATAN 

Bagian ini yang paling menarik minat saya. Ya! membicarakan isu keummatan. Menurut saya, Isu Keummatan merupakan hal penting yang harus selalu diperhatikan dan didampingi oleh segenap para alim ulama, tokoh islam dan para pejabat yang berwenang, yang beririsan dengan hal tersebut. Sebab, isu-isu keummatan ini harus mendapatkan porsi jawabannya secara proporsional dari segenap pakar dan ahlinya bukan dijawab oleh sementara orang yang tidak memiliki kapasitas dalam bidangnya. 

Sebagai contoh, isu kenakalan remaja. Kenakalan remaja merupakan isu keummatan. Ada sekelompok orang dengan bentangan usia belasan (teeneger) hidup dan bersosialisasi dalam komunitas tertentu, genk tertentu, grup dan tim tertentu. Mereka melakukan tindakan abnormal seperti memberhentikan bus-bus yang sedang melaju dengan kencang, memberhentikan truk besar untuk bisa ikut ngebonceng (BM), kebut-kebutan motor dijalanan dengan kapasitas penumpang overload, membawa sajam (senjata tajam) untuk melakukan aksi begal dan kekerasan, tawuran antar sekolah, blokade jalan dan membuat festival di tengah jalan, arak-arakan dengan vespa gembel, pengedaran narkoba dan obat-obat terlarang, kasus kriminalisasi pelecehan dan pembunuhan, dan sederet kasus-kasus kurang ajar lainnya yang kerap kita saksikan di berita nasional dan media sosial. Kasus kenakal remaja ini bagian dari isu keummatan yang harus segera diselesaikan. Kasus yang harus segera ditemukan solusinya agar mata rantai kejahatan di usia remaja mereka bisa diputuskan dan diganti dengan warna-warni kebaikan, prestasi dan kepastian masa depan cerah. 

Baik, coba kita analisa akar masalah dari kenakalan remaja tersebut. Dalam jurnal Kenakalan Remaja dan Penanganannya ditulis oleh Dadan Sumara, Sahadi Humaedi dan Meilanny Budiarti Santoso (2017) dijelaskan faktor-faktor yang menyebabkan kenakalan remaja seperti krisis identitas, kontrol diri lemah, kurangnya perhatian orang tua serta kasih sayang, miniminya pemahaman tentang keagamaan, pengaruh dari lingkungan sekitar dan tempat pendidikan. 

Salah satu faktor yang disebutkan di atas adalah minimnya pemahaman tentang keagamaan. Nah, bagian ini jelas sekali menjadi tanggung jawab orang tua dan guru agama. Ya! Orang tua bertanggung jawab untuk mendorong anak-anaknya untuk mau ngaji, belajar agama, sedangkan guru ngaji bertanggung jawab mengajarkan nilai-nilai luhur tentang agama. Banyak sekali nilai-nilai agama islam yang jika dipahami, diinternalisasi dalam diri, kemudian diaktualisasikan dalam kehidupan sehari-hari akan memberikan dampak positif bagi pelakunya dan lingkungan sekitarnya. 

Misalnya, islam mengajarkan untuk mengucapkan salam bilamana bertemu dengan sesama muslim dengan ucapan "Assalamualaikum" artinya semoga keselamatan atas kalian. Dengan mengamalkan hal tersebut, maka akan terjalin ikatan persaudaran yang baik karena satu sama lain saling mendoakan keselamatan dan kebaikan. Dengan terjalinnya persaudaran yang baik itu, maka akan terhidar dari prasangka buruk, perkelahian dan pertengkaran antar sesama muslim. Jika seluruh muslimin khususnya kalangan remaja mengamalkan satu ajaran ini saja, yakni saling memberi salam, maka satu permasalahan kenakalan remaja seperti tawuran sudah bisa diselesaikan. Inilah hebatnya ajaran islam, ajaran perdamaian, ajaran kasih sayang. 

Selain Kenakalan Remaja, isu keummatan lainnya adalah hilangnya rasa malu dan kebanggaan terhadap jati diri sebagai muslim. Aktivitas media sosial sudah sangat menyita perhatian seluruh orang. Dikutip dalam jurnal Aktivitas Komunikasi dan Media Sosial yang ditulis oleh Bambang Sunarwan (2015) mengutip dari Griffin (2003) bahwa Media elektronik membuat semua orang dapat bersentuhan dengan siapa saja dan dimana saja dengan sekejap. Salah satu di antara sejumlah bentuk layanan yang tersedia di internet, yang belakangan ini cenderung sangat banyak digunakan anggota masyarakat untuk melakukan aktifitas komunikasi, yaitu layanan berbentuk aplikasi jejaring sosial (social network service). lanjutnya dalam jurnal tersebut. Ini Fakta! di tahun 2023 ini aktivitas komunikasi masyarakat sudah sangat bergantung kepada media sosial dengan berbagai macam platform aplikasi. 

Mereka yang belum memiliki basic yang kokoh dalam ajaran islam, tentu akan mudah digoyahkan oleh perubahan zaman yang bergerak dengan sangat cepatnya. Ini masalah! Salah satu yang sudah nyata-nyata terkikis dari ajaran islam yang luhur di kalangan remaja muslim adalah budaya malu. "Alhayu minal iman" artinya malu itu sebagian dari iman. Sudah banyak kita dipertontonkan dengan viudeo-video di media sosial yang tidak senonoh, tidak punya rasa malu, bertebaran di aplikasi tiktok, instagram, youtube dan lain-lain. Rasa malu yang seharusnya menjadi benteng pertahanan pertama, runtuh dihancurkan media dengan dalih hiburan semata. Innalillahi wainna ilaihi rojiun

Jika rasa malu sudah tidak ada, maka dampak yang paling mengerikan adalah hilangnya kebanggaan diri sebagai muslim. Mereka tidak lagi merasa bahwa menjadi orang islam itu suatu kebanggan. Mereka akan menilai bahwa menjadi muslim itu ya biasa aja. Menjadi orang islam itu yang penting sholat, bahkan mungkin asal KTP islam saja. Naudzubillahi min dzalik. Padahal dulu, jika ditarik sejarah perjuangan Rosulullah SAW dalam menegakkan agama islam di tanah arab, memahami perjalanan da'wah Nabi SAW, mengenal satu persatu sahabat yang berjuang mempertahankan kemuliaan islam di tengah peperangan, harusnya menjadi muslim itu suatu kebanggaan yang tidak ternilai harganya. 

Dari dua studi kasus isu keummatan di atas baik kenakalan remaja maupun hilangnya rasa malu, dapat digeneralisasi bahwa isu keummatan itu menjadi hal yang penting untuk terus dikaji dan dicarikan solusinya. Karenanya saya tertarik untuk mengikuti seleksi program pendidikan kader ulama (PKU) Kab. Bekasi dengan harapan dapat terus menimba ilmu kepada pakar dan ahli agama lainnya, berdiskusi dan menyampaikan gagasan-gagasan islam wasathiyyah yang sejatinya dibutuhkan oleh masyarakat indonesia. Islam garis tengah! Islam yang menghadirkan solusi bagi setiap permasalahan yang sedang dihadapi. In syaa Allah. 


Biografi:

Saya, Apip Fudoli Sulaeman Fauzi, S.Pd.,M.M. Lahir di Bekasi, 9 Januari 1989 dari pasangan Ust. Muhammad Yusuf  Andi dan Rd. Neneng Robiah Adawiyah. Asli orang Cibogo-Cibarusah. Saat ini saya tinggal di Kp. Elo Rt.03/04 Ds. Sukamanah Kec. Sukatani Kab. Bekasi 17630. 

Sejak kecil dididik dengan didikan agama, sudah dititipkan di pondok pesantren sejak kelas 4 SD, tinggal di asrama, belajar ngaji sampai usia dewasa. Beberapa ponpes yang pernah disinggahi antara lain : Ponpes Al-Mushhafiyyah (Cibarusah, Bekasi), Ponpes Al-Baqiyatussholihat (Cibarusah, Bekasi), Ponpes At-Taqwa (Cikarang, Bekasi), Ponpes Al-Wardayani (Sukabumi), Ponpes Sirojul Huda (Sukaresmi, Bekasi), Ponpes Al-Maghfiroh (Cibarusah, Bekasi), Ponpes Al-Um (Pagentongan, Bogor). 

Riwayat Pendidikan : SDN Sindangmulya 01 (2002), SMPN 1 Cibarusah (2005), SMAN 1 Cikarang Utara (2008), STKIP Kusuma Negara Jakarta (2014), Universitas Pelita Bangsa (2023).

Jumat, 24 Maret 2023

MAK EMI, PANGGILAN KE BAITULLAH ITU MUDAH

Satu hari menjelang penetapan sidang isbat Ramadhan 1444 H,  Rabu 22 Maret 2023 ada sejumlah tamu berkunjung ke kediaman saya, ialah Mang H. Nilih, Teh ida, temennya teh ida dan Mak Emi (Erni). Kedatangan mereka tujuannya adalah untuk mendaftarkan umroh Mak Emi (Erni), subhanallah wal hamdulillah

"Alhamdulillah.. Panggilan ke Baitullah begitu mudah bagi orang-orang yang dipilih Allah" kurang lebih begitu hati saya bergumam saat menuliskan kisah ini. Kisah beliau pengen umroh ini menarik dan menginspirasi. 

Izin memperkenalkannya, namanya ERNI calon jamaah umroh yang in syaa allah akan berangkat umroh pada 6 Mei 2023 / Syawal 1444 H. 

Ibu Erni atau biasa dipanggil MAK EMI lahir di Bekasi, 15 Juni 1953 (70 Tahun). Tinggal di Kampung Elo RT.002/004 Desa Sukamanah Kec. Sukatani Kab. Bekasi. tepatnya di belakang Musholla Al-Hidayah. Nomor Kontak 0812-9900-9390. Menurut keterangan orang tua kami, Mak Emi ini adik dari (Alm.) Pak Elo bin Milin, yang tidak lain adalah Kakek istri saya dari jalur bapak. Berarti secara nasab masih sangat dekat. 

Saat bertamu ke rumah saya, saya perhatikan betul gerak gerik ibu-ibu berusia 70 tahun itu, pertama kali beliau turun dari motor dan masuk rumah, kalimat yang keluar dari lisan saya adalah "dih ieu mah jagjag atuh.. in syaa allah kuat". 

Ya! untuk ukuran orang yang berusia 70 tahun dengan langkah kaki kuat dan badan masih tegak Mak Emi termasuk diantara emak-emak yang sehat dan bugar dalam pandangan saya. Disamping memang orang tua jaman dulu mah apik-apik ngerawat badannya, terbiasa jalan kaki jarak jauh, kadang malah ga pake sendal, dan memang itu menyehatkan. 

hari itu kami banyak mengobrol tentang teknis, biaya dan persyaratan umroh salah satunya kudu punya paspor, dan Mak Emi belum punya paspor, jadi harus bikin dulu. Kemudian harus punya sertifikat vaksin covid-19 dengan 3 dosis, dan beberapa berkas penting yang harus disiapkan. In syaa Allah saya sebagai agen Sanema Tour & Travel siap siaga membantu, melayani dan mengurus segala keperluan calon jama'ah umroh dengan semaksimal mungkin. 


Obrolan ditutup dengan sedikit pembahasan sederhana dari saya seputar bagaimana kondisi di lapangan pada saat nanti pelaksanaan umroh baik di Madinah maupun di Mekah itu sendiri. Saya sampaikan bahwa Mekah dan Madinah adalah tanah harom, tanah yang dimuliakan oleh Allah SWT. apa-apa yang kita niatkan, kita ucapkan, kita lakukan, kita panjatkan in syaa allah akan dikabulkan oleh Allah. 

"Jadi, Mak, engke mah di ditu ngomong nu alus-alus bae,, BABARI-NGEUNAH-MURAH" begitu saya sampaikan penekanan dalam penjelasannya. 

BABARI maksudnya adalah gampang, mudah. apa-apa yang kita ucapkan gampang/mudah, in syaa allah akan dimudahkan oleh Allah. misalnya kita akan menuju Raudhah Nabi, ketika melihat banyak orang, maka respon pertama kita ucapkan saja "Babari / Gampang / Mudah" dengan maksud berpikiran postif. 

Kemudian, NGEUNAH artinya enak. Makanan yang disajikan di Mekah dan Madinah in syaa allah makanan yang halal dan thoyyib. Enak! jangan sekali-kali mencela makanan, karna emang sama Nabi SAW ge dilarang. ga boleh mencela makanan. Disamping itu, sekali kita mengucapkan kata-kata negatif tentang makanan misalnya "ga enak" bisa jadi ga enak terus-terusan. banyak-banyak istighfar. 

yang ketiga, MURAH artinya yaa murah hehehe.. yaa kan jamaah umroh biasanya suka bebelian oleh-oleh. Kalo dikasi harga sama penjualnya, ngomong aja "murah" sambil berdoa semoga harganya dimurahkan, tidak dimahalkan. Kalau pun ada selisih harga yang ga jauh-jauh amat, ikhlasin aja, itung-itung ngebantu perekonomian orang-orang yang berjualan di sana. Yang penting mah kita ada duit buat ngebelinya. Murah!

Obrolan pun selesai, DP 5 JUTA! CLOSING dan tamu pada pamitan pulang. 


***

Hari berikutnya, HARI PERTAMA PUASA! Kamis, 23 Maret 2023 / 1 Romadhon 1444 H. 

Setelah penetapan sidang isbat oleh Kementrian Agama Republik Indonesia (RI), bahwa tanggal 1 romadhon jatuh pada hari kamis, 23 maret 2023, maka seluruh muslimin indonesia serentak malemnya melaksanakan sholat sunnah tarowih. termasuk saya dan jamaah kampung elo - Musholla Al-Falah. 

kebetulan malam pertama saya dijadwalkan untuk kultum dan iman sholat tarowih. Namun dengan kondisi kesehatan yang belum membaik, saya hanya mampu menjalankan tugas sebagai imam sholat isya dan pengisi kultum, adapun imam sholat tarowih di isi oleh ketua DKM Musholla Al-Falah sendiri.

Sahur perdana, sholat subuh berjamaah perdana di bulan romadhon, dan lain-lainnya termasuk tidur abis sholat duha perdana saking lelahnya hehehe... ma'lum baru beradaptasi lagi dengan suasana Romadhon. 

Nah, yang beda adalah hari itu saya harus ke kantor Sanema Tour & Travel yang berada di Jalan Jakarta No.12 Karangpawitan samping kantor BPJS Karawang buat ngambil perlengkapan umroh Mak Emi. Saya berangkat sekitar pukul 10.30 siang hari. wuzzzzzzzz panaseee poooll braaayyy.. 

Sepanjang jalan naek motor saya terus-terusan baca sholawat jibril. Keingetan bulan puasa taun kemaren (2022) saya sedang umroh dan posisi lagi di Madinah. Subhanallah. nyess. sambil terus ngegas keinget terus jerih payahnya puasa di negara orang. Madinah memang istimewa, mekah rajanya berkah. 

Alhamdulillah nyampe di kantor sekitar jam 11.30 WIB. parkir motor, naro helm, masuk kantor. cessssssssss adeeemmmmmm AC-nya nyessssss, alhamdulillah. aras urus dan pemberkasan. dibuatkan kuitansi pembayaran dan tek tek bengek lainnya termasuk disiapkan koper dengan segala isi-isinya. lengkap dah! 



FYI

Kalo kalian mau daftar umroh di Sanema, cukup bayar DP 5 Juta doang, udah dapet perlengkapan umroh super lengkap! mau tau isinya?? yuk cekidot!


Dapet Tas Koper dengan kapasitas 25 Kg, Tas Kabin, Tas Paspor/Multifungsi, Bahan batik, Kerudung bergo (Pr), Peci (Lk), Syal, Kain Ihrom (Lk), Buku Panduan Umroh, ID Card, dan Free Foto Kenangan Umroh.

Baik, nah ini bagian pentingnya para pembaca sekalian. MAK EMI, cerita punya cerita ketika saya mengantarkan koper perlengkapan umroh ke rumah mak emi langsung, beliau bercerita bahwa keinginannya pengen berangkat umroh sebetulnya udah lama. cuma dari dulu belum ada keberanian pergi umroh sendiri alias "sieun bae mun sorangan mah" katanya. 

Namun, Sepulang dari  acara walimah safar Mak Omi (salah satu temen Mak Emi), kebetulan saat itu yang ngisi ceramahnya adalah saya, keinginan Mak Emi untuk umroh udah ga ketahan lagi, udah menggebu-gebu. Ngomonglah dia ke anaknya "Da (teh ida), itu si Omi umroh sorangan wani". Nah dari situ lah kemudian Mak Emi udah berani pengen umroh walaupun sendirian. Saya sampaikan ke Mak Emi "engke mah di ditu moal sorangan ieuh mak, loba batur na" menguatkan. 

ini lah hidayah! 

ketika hati sudah terbuka, hidayah masuk, petunjuk Allah masuk, maka hati menjadi damai, tenang, tentram, berasa tau arah jalan mau kemana, tidak ada lagi keraguan dan kegalauan dalam bertindak. Subhanallah. dan hidayah itu begitu mudah masuk ke hati Mak Emi.

Di acara walimah safar itu saya sampaikan bahwa jika pengen umroh, coba musyawarah sama anak-anak dan minta dukungan/support dananya, in syaa allah yang namanya anak ngeliat emaknya pengen umroh pasti dibantu. Alhamdulillah sedikit pesan itu nampaknya berbekas dan bermanfaat buat Mak Emi. 

Para pembaca sekalian, yuk kita doain khususnya buat Mak Emi yang in syaa allah akan berangkat umroh pada 6 Mei 2023 / Syawal 1444 H beres lebaran nanti, mudah-mudahan Mak Emi disehatkan badannya, dikuatkan niatnya, dipanjangkan umurnya, serta dimudahkan segala hajat-hajatnya kepengen bisa beribadah di mekah dan madinah, semoga sejak hari pertama mendaftar sampai hari H keberangkatan, juga di sononya, Allah jaga dan lindungi Mak Emi dan seluruh jamaah umroh Sanema lainnya. Aammiin yaa Allah yaa Robbal Aalaamiin

Alfatihah


Salam

Apip Fudoli S.F (Agent Sanema) - Konsultasi Umroh di WA 08978587360

Rabu, 28 Desember 2022

SERUNYA IKUT PESANTREN HOLIDAY DI DAARUT TAJWEED!!

 
Artikel ini ditulis sebagai kado/hadiah untuk orang tua dan siswa yang mengikuti program PESANTREN HOLIDAY di TPQ Daarut Tajweed selama musim liburan Semester 1 (Satu) Tahun Ajaran 2022-2023. 

Liburan Semester merupakan salah satu moment yang paling ditunggu-tunggu oleh seluruh siswa setelah enam bulan lamanya berjibaku belajar di sekolah dan mengikuti serangkaian ujian mulai dari ulangan harian, penilaian tengah semester (PTS), sampai ke penilaian akhir semester (PAS). 

Biasanya liburan sekolah diisi dengan jalan-jalan dan berlibur mengunjungi tempat-tempat wisata. Namun tahun ini berbeda! Untuk pertama kalinya TPQ-Ponpes Daarut Tajweed menggelar kegiatan unik bertajuk PESANTREN HOLIDAY atau Pesantren di musim liburan. Seperti apa sih Pesantren Holiday itu?

Pesantren Holiday (TrenHoli) diikuti oleh sejumlah siswa dari berbagai kelas, mulai dari kelas 1 SD sampai kelas SMP dan SMA. yaa mayoritas peserta yang ikut sih dari SD. Program ini dibuat sebagai alternatif kegiatan siswa selama musim liburan supaya mereka punya kegiatan yang lebih bermanfaat jika dibandingkan dengan kegiatan yang hanya main-main atau bahkan maen gadget (HP) doang. Kegiatannya pun dibuat seru lho! Apalagi durasinya hanya 1 jam setengah.. ya! 1,5 jam yang sangat bermanfaat. Jadi siswa-siswi ini menjelma menjadi santri-santri yang uwow deh. Apa aja sih kegiatannya? Yuk Simak! 

Dimulai pukul 07.30 anak-anak santri mulai berdatangan ke Ponpes Daarut Tajweed yang terletak di Kp. Elo RT.003/004 Ds. Sukamanah Kec. Sukatani Kab. Bekasi (di Belakang Musholla Al-Falah). Mereka bersegera mengambil air wudhu dan memakai pakaian sholat. Bagi laki-laki memakai sarung atau celana panjang dan memakai pakaian muslim lengkap dengan pecinya, sedangkan bagi perempuan mengenakan mukena. Para santri duduk berjejer rapi membentuk shaf-shaf sholat. Kemudian dipandu dan dibimbing untuk melaksanakan sholat duha. 


NIAT SHOLAT SUNNAH DUHA

"Saya niat sholat sunnah duha 2 rokaat dengan menghadap qiblat karna Allah ta'ala"

Setelah niat kemudian membaca do'a iftitah, membaca surat alfatihah, membaca surat Ad-Duha. Kemudian melanjutkan gerakan dan bacaan persis seperti sholat fardu/sunnah pada umumnya. Dilanjutkan rokaat kedua membaca alfatihah, membaca surat Al-Insyiroh (saya mengajarkannya dengan surat al-insyiroh karena tertib surat saja). Sebetulnya Surat yang dianjurkan itu ada 4 surat yaitu Surat As-Syamsi, Ad-Duha, Al-Kafirun dan Al-Ikhlas. Itu yang afdhol! Namun demikian dalam proses tarbiyyah (pendidikan, pembelajaran) bagi pemula kiranya bisa memulai dengan surat al-kafirun dan al-ikhlash. 


Dipandu mulai dari niat sholat duha sampai tahiyyat akhir. Setelah itu, anak-anak santri melaksanakan sholat duha masing-masing secara mandiri baik 2 rokaat, 4 rokaat maupun 6 rokaat. Sebuah pemandangan yang sangat menyejukkan hati melihat anak-anak kecil seusia mereka mau meluangkan waktu bermainnya untuk belajar sholat duha. Teriring doa dan harpaan mudah-mudahan kelak mereka dijadikan oleh Allah SWT bagian dari penerus da'wahnya Rosulullah SAW. Aaammiin.



Setelah praktek sholat duha selesai dilaksanakan, anak-anak dipandu untuk membaca do'a setelah sholat duha. riuh bergemuruh seisi aula dengan suara-suara doa yang penuh dengan khidmat. Kami mengajarkan urutan doa sebagai berikut: pertama, dimulai dengan bacaan hamdallah dan sholawat, lalu mendoakan kedua orang tua, doa sholat duha, ditutup dengan doa robbana atina. 

DO'A BA'DA SHOLAT DUHA

Sumber : IQRA.ID

Artinya : "Ya Allah sesungguhnya waktu duha adalah waktu duha-Mu, dan keagungan adalah keagungan-Mu, dan keindahan adalah keindahan-Mu, dan kekuatan adalah kekuatan-Mu, dan kekuasaan adalah kekuasaan-Mu, dan penjagaan adalah penjagaan-Mu. Ya Allah jika rezekiku ada di langit maka turunkanlah, jika ada di bumi maka keluarkanlah, jika sulit maka mudahkanlah, jika haram sucikanlah, jika jauh maka dekatkanlah. Dengan kebenaran duha-Mu, keagungan-Mu, keindahan-Mu, kekuatan-Mu, kekuasaan-Mu datangkanlah kepadaku apa yang telah Engkau datangkan kepada hamba-hamba-Mu yang sholeh"

Subhanallah ma'na yang terkandung dalam do'a ba'da sholat duha ini sangat dahsyat! Mudah-mudahan siapa saja yang berniat untuk mengamalkan sholat duha dalam kehidupannya, semoga oleh Allah diberkahkan kehidupannya. Aammiin

KEUTAMAAN SHOLAT DUHA
Dari Abu Dzar Rodhiyallahu anhu bahwa Rosulullah SAW bersabda : "Pada pagi hari diharuskan bagi seluruh persendian kalian untuk bersedekah. Setiap bacaan tasbih (subhanallah) bisa sebagai sedekah, setiap bacaan tahmid (alhamdulillah) bisa sebagai sedekah, setiap bacaan tahlil (laailahaillallah) bisa sebagai sedekah, dan setiap bacaan takbir (allahu akbar) bisa juga sebagi sedekah, begitu pula ammar ma'ruf dan nahyi munkar adalah sedekah. Ini semua bisa dicukupi dengan melaksanakan sholat duha sebanyak 2 rokaat" (HR. Muslim no.720)

selain itu di dalam hadits yang diriwayatkan oleh At-Thabrani ; "2 Rokaat (sholat duha) tercatat sebagai orang yang tidak lalai, 4 rokaat tercatat sebagai orang yang ahli ibadah, 6 rokaat maka akan diselamatkan pada hari itu, 8 rokaat tercatat sebagai hamba yang taat, 12 rokaat Allah akan membangunkan rumah di surga". 

dan tentunya masih banyak keutaman-keutaman lainnya dalam mengerjakan sholat sunnah duha ini. seperti yang tercatat pada gambar di bawah ini:
Sumber : www.wiz.or.id

BELAJAR WIRIDAN BA'DA SHOLAT
Kegiatan selanjutnya adalah, Belajar wiridan ba'da sholat dan Tahfidz Grup. Anak-anak santri masing-masing memegang buku panduan wiridan ba'da sholat. Materi ini penting dipelajari agar mereka mengerti dan memahami sikap mereka ketika sedang berada di dalam masjid baik sebelum maupun selepas melaksanakan sholat berjama'ah. Kami ingatkan agar jangan terburu-buru keluar masjid/musholla manakala telah selesai sholat berjam'aah, akan tetapi belajar tenang dan tetap duduk di posisinya kemudian membaca dzikir ba'da sholat/wiridan. Pemahaman tersebut in-syaa allah akan meminimalisir kegaduhan yang sering terjadi di masjid-masjid ketika beres sholat karena anak-anak biasanya langsung kabur. 



TAHFIDZ 15 SURAT
Pada kegiatan Tahfidz kami buatkan beberapa model pembelajaran diantaranya setoran surat-surat pendek sebanyak 15 surat satu persatu, setoran beberapa surat yang dipilihkan, tahfidz grup, Quiz Tahfidz dan Haplah Tahfidz. Dari berbagai model pembelajaran tahfidz tersebut yang paling seru adalah model Quiz Tahfidz. Pada sesi ini santri-santri dikelompokkan menjadi 3 grup, kemudian diberikan pertanyaan menebak surat dari ayat yang dibacakan oleh usatadz, jika benar jawabannya maka satu grup itu akan membacakan keseluruhan ayat dalam satu surat tersebut. Dari ketiga grup yang dibuat, yakni grup Ahmad, grup Aisyah, dan grup Fatimah yang keluar sebagai pemenang Quiz Tahfidz adalah grup Ahmad karena berhasil mengumpulkan poin 300, sementara grup Aisyah hanya mampu mengumpulkan poin 100, dan grup Fatimah belum beruntung karena tidak dapat mengumpulkan poin satu pun. hehehe.. namanya ge permainan ya, ada yang menang ada yang kalah! keep Semangat! 

Nah, pada sesi Tahfidz grup juga tidak kalah serunya, dimana masing-masing grup membangun kebersamaan dan kekompakkan untuk menyelesaikan tantangan hapalan 15 Surat mulai dari QS. An-Nas s.d QS. Al-Adiyat. 



Alhmadulillah, Program Pesantren Holiday (TrenHoli) berlangsung selama kurnag lebih 20 hari sejak kegiatan PAS selesai, yakni mulai tanggal 12 Des - 31 Des 2022. Jadi, selama 20 hari tersebut disamping anak-anak santri belajar sholat duha, wiridan ba'da sholat, tahfidz surat-surat pendek, juga diberikan fasilitas membaca buku-buku islami. Buku-buku islami ini menjadi salah satu daya tarik program ini, karena buku-buku yang kami hidangkan adalah buku-buku serial anak islami. Ada barisan buku yang berjudul "Ada Allah di Rumahku", "Ada Rosulullah di Rumah ku", kemudian Serial Rukun islam dan rukun iman, juga tersedia buku-buku Kisah para Nabi dan Rosul. Semua buku-buku itu adalah buku wakaf dan bebas untuk dibaca oleh siapa pun yang penting dijaga dan dirawat ya. 


Nah, itulah gambaran kegiatan pada PESANTREN HOLIDAY di TPQ Daarut Tajweed selama musim liburan ini, seru khaann??! Seruu dong. Ini lah beberapa foto-foto kebersamaan Santri-santri setiap kali selesai kegiatan. 

FOTO BERSAMA 

Foto Bersama Perdana

Foto Bersama di Aula

Foto Bersama di Halaman Depan Aula

Foto Bersama setelah Kegiatan Literasi

Semoga liburan semester 1 ini tidak hanya sekedar liburan, akan tetapi bisa menumbuhkan satu kebiasaan baru yaitu pembiasaan sholat duha. Sehingga setelah mengikuti kegiatan Pesantren Holiday anak-anak santri bisa melanjutkan praktek sholat duhanya di rumah masing-masing atau di sekolah mereka masing-masing. Mudah-mudahan kegiatan tersebut terus didukung oleh segenap orang tua santri, agar bisa terus dilaksanakan pada kesempatan berikutnya. Aammiin yaa robbal 'aalamiiin.

SERTIFIKAT 
Sebagai Apresiasi atas semangat dan pengorbanan anak-anak santri yang mengikuti program pesantren holiday selama musim liburan ini diberikan kepada mereka sebuah sertifikat sebagai bentuk penghargaan dan kenang-kenangan keikut sertaan mereka dalam program tersebut. Allahu Yubarik Fikum Ajmaiin. Aammiin

Contoh Sertifikat Kegiatan Pesantren Holiday

Wallahu A'lam Bisshowab. Akhirnya kami tutup tulisan artikel ini dengan membaca : "Subhanaka Allahumma Wa Bihamdika Asyhadu an laailahailla anta astaghfiruka wa atuubu ilaik". Jazaakumullah Ahsanal Jaza. (ditulis 2 hari menjelang penutupan program)

= Apip Fudoli S.F =

Kamis, 22 Desember 2022

PENTINGNYA MEMAHAMI NIAT DALAM WUDHU, MANDI BESAR DAN TAYAMMUM

 

Bismillah.. pada kesempatan kali ini, penulis ingin mengangkat salah satu bahasan yang sudah sangat populer di kalangan kaum muslimin, yaitu terkait niat dalam beribadah.

In-syaa allah semua pembaca sering mendengarkan bahasan dan kajian tentang niat dalam beribadah seperti niat ketika hendak berwudhu, niat hendak melaksanakan mandi besar, dan niat bertayammum. 

Namun demikian tidak ada salahnya jika penulis mengkaji kembali materi tentang niat tersebut berdasarkan sudut pandang lain yang mungkin belum terangkat. 

Jadi begini, satu waktu saya dan beberapa rekan ustadz sedang ngumpul, duduk bareng dan diskusi ringan tentang materi-materi yang sering dibawakan dalam khutbah, dalam pengajian-pengajian umum. Salah satu yang menarik perhatian saya adalah ketika ada ustadz yang membuka persoalan :

"masih banyak diantara ibu-ibu yang tidak hapal niat mandi junub. Nah lho! padahal kan niat mandi junub itu penting karena "kebutuhan seksualitas" antara pasangan suami istri tentu dikerjakan dalam intensitas tertentu. Nah, gimana jadinya kalau kebutuhan tersebut menjadi salah satu yang utama dalam pasangan suami istri, tapi cara menghilangkan hukum hadas besarnya, cara mandi besarnya malah tidak tahu? niatnya ge ga hapal"

Begitu kira-kira salah satu pembahasan menarik yang menurut saya tidak boleh dipandang sepele. Sebab sah atau tidaknya amalan dalam suatu amal ibadah bergantung kepada niat pelaksananya. Jika niatnya benar sesuai dengan tuntunan dalam islam, maka amal tersebut in syaa allah mendatangkan pahala. Namun sebaliknya, jika niatnya salah, boleh jadi tidak sah bahkan mendatangkan dosa. naudzubillahi min dzalik. Oleh karena itu bagian niat ini sangat penting kita pahami, kapan dan dimana niat tersebut dibaca dan ditempatkan. 

Sebagai contoh, si fulan hendak melaksanakan mandi besar, akan tetapi niat yang dibaca adalah niat berwudhu. wadduh! jaka sembung ya.. boro-boro mau dapet pahala itu mandi besarnya, sah aja belum tentu. Jadi, saya kira setiap muslimin wajib memahami untuk dirinya sendiri dan memahamkan untuk orang-orang terdekatnya, misalnya jika kita seorang suami hendaknya mengajarkan istri dan anak-anak kita, dan seterusnya. 

Bagaimana lafal niat wudhu? niat mandi besar bagi laki-laki atau perempuan? bagaimana niat tayammum? jawabannya sementara waktu bisa dilihat dari gambar yang menyertai tulisan ini. Di dalam gambar tersebut saya susun urutan niat mulai dari niat berwudhu, niat mandi besar (bagi laki-laki), niat mandi besar (bagi perempuan) dan niat tayammum. Silahkan dihapalkan! dan dipraktekkan sesuai penempatannya.  

Terakhir, mengenai redaksi niat tentu ada sebagian yang tidak sama dan berbeda-beda. Ada yang melafalkan dengan lafadz niat seperti di gambar tersebut, ada juga dengan redaksi niat yang lain. Pada prinsipnya niat itu terletak di dalam hati, dan mengucapkannya dihukumi sunnah. Nah menghapalkan lafadz niat-niat tersebut menjadi salah satu cara agar membantu memantapkan niat yang ada di dalam hati. Semoga bermanfaat.


= Apip Fudoli S.F =


Senin, 28 November 2022

Sudah siapkah kita mempertanggung jawabkan amal kita di Hadapan Allah SWT?

Umur berapa kita sekarang saat membaca tulisan ini? coba diinget-inget lagi masa-masa duduk di bangku sekolah, mulai dari SD sampai Perguruan Tinggi, mulai dari mesantren di satu ponpes ke ponpes berikutnya. Perhatikan baik-baik perubahan fisik dan keilmuan kita! tubuh kita yang tadinya kecil kerempeng, sekarang udah sebesar apa? ilmu kita yang tadinya cuma bisa baca tulis ngitung, sekarang udah bisa apa aja? 

Coba diingat-ingat lagi tahun berapa kita mulai bekerja dan mendapatkan gaji pertama? tahun berapa kita menikah dan dikasi karunia anak? Perhatikan baik-baik perubahan perekonomian dan rumah tangga kita! Pekerjaan kita yang dulu dengan yang sekarang bedanya apa? Gaji kita yang tadinya kecil, sekarang berapa? Rumah tangga kita yang tadinya cuma berdua tinggal di kontrakan (misalnya), sekarang personil yang di rumah udah ada berapa? rumah kita udah segede apa?

Tentang usia kita yang terus bertambah, fisik yang terus menua, ilmu dan pengalaman yang terus berkembang, anggota keluarga yang menjadi tanggung-an, rumah dan kendaraan yang menjadi hiasan, uang yang kita dapatkan dan kita gunakan, waktu dan kesempatan yang kita miliki, semuanya pada akhirnya akan dimintai pertanggung jawaban di hadapan Allah SWT! Simak hadits Nabi SAW berikut ini : 


Artinya : tidak akan bergeser kedua kaki seorang hamba pada hari kiamat, sampai ia ditanya tentang umurnya kemana dihabiskannya?, tentang ilmunya bagaimana dia mengamalkannya?, tentang hartanya, dari mana diperoleh dan kemana dibelanjakannya?, serta tentang tubuhnya untuk apa digunakannya? 

Empat hal tersebut, yakni UMUR, ILMU, HARTA, dan TUBUH hendaknya menjadi barometer pencapaian kesuksesan kita di dunia ini. 

Jadikan umur kita sebagai umur yang bermanfaat. Caranya dengan terus beramal sholeh, mengerjakan segala perintah Allah dan menjauhi segala larangan-Nya, semaksimal mungkin jadikan diri kita bermanfaat untuk orang-orang yang berada di sekitar kita, menyelamatkan keluarga dari mushibah dunia dan akhirat, membantu tetangga, menolong sesama, 

Jadikan ilmu yang kita miliki menjadi ilmu yang bermanfaat. Caranya dengan mengajarkan ilmu tersebut kepada orang-orang yang membutuhkannya, mengajak sebanyak-banyaknya orang untuk belajar mengenal Allah SWT, menumbuhkan kecintaannya kepada Rosulullah SAW, memahami hakikat hidup di alam dunia ini. Dengan begitu mudah-mudahan menjadi washilah kebaikan yang berlipat ganda. 

Jadikan harta yang kita dapatkan secara halal harus bisa bermanfaat untuk keluarga kita, keluarga terdekat kita, fakir miskin yang membutuhkan uluran tangan kita, anak-anak yatim - dhuafa, juga bisa membantu orang-orang yang sedang berjuang berda'wah seperti pembangunan masjid, pondok pesantren dan sekolah-sekolah islam. 

Harta terbesar yang Allah titipkan kepada kita adalah anak-anak dan istri kita. Bimbing mereka menjadi orang yang sholeh dan sholehah! Ajarkan nilai-nilai islam kepada mereka! Agar mereka mengenal Allah dan Rosul-Nya! Mudah-mudahan rezeki harta yang kita miliki tidak hanya kuantitasnya yang banyak, akan tetapi kualitasnya, nilai keberkahannya juga melimpah ruah. 

Jadikan tubuh kita sebagai alat dan sarana untuk memaksimalkan ketiga potensi di atas! jaga tubuh kita agar tetap sehat dan bugar dengan cara rutin berolah raga, berdzikir untuk menangkan hati dan pikiran. Mudah-mudahan kesehatan dan kebahagiaan senantiasa menyertai kita. Dengan tubuh yang sehat dan Hati yang bahagia, in-syaa allah kita bisa memaksimalkan umur kita, ilmu kita dan harta kita. Aammiin yaa robbal 'aalammiin.

-Apip Fudoli


Minggu, 27 November 2022

Sisa air minum kemasan, jangan langsung di buang!

Beberapa kali saya hadir di acara-acara pengajian, peringatan maulid, dan yang sejenisnya. Dihidangkan berbagai macam makanan dan minuman. Salah satunya yang paling sering kita jumpai adalah air minum dalam kemasan baik kemasan cup maupun botol. 

yang menjadi perhatian saya adalah ketika air dalam kemasan cup atau botol itu tidak habis diminum. Kebanyakan langsung dibuang ke tempat sampah. Menurut saya itu mubadzir! Kebayang ga jika ada 50 orang yang minumannya tidak habis, berarti ada sekian mili liter air yang terbuang. Kalo dikumpulkan kan jadi banyak tuh. 

Air kemasan itu dapet beli kan? kalo pun dapet dikasih, yang ngasih juga boleh beli kan? Jadi menurut saya, air itu masih bisa dimanfaatkan, jangan langsung di buang. Air bekas itu masih bisa dimanfaatkan  misalnya dikumpulkan dalam satu ember, atau di galon kosong. Nah setelah terkumpul mah bisa kita pake buat nyiram tanaman, ngelap motor, nyuci piring kotor, ngepel, atau bisa juga dimasak lagi buat bikin kopi (saya kira ga jorok, dari pada dijadiin asbak rokok). 

Sumber : https://www.idntimes.com/life/diy/senja-sandera/tips-menyiram-tumbuhan-di-pot-agar-tetap-subur-dan-gak-mudah-layu-c1c2

Selain itu, kemasan cup dan botolnya juga bisa dimanfaatkan baik dijual kembali ke tukang rongsokan atau dimanfaatkan untuk membuat kerajinan tangan (hand made) seperti pot bunga, tempat pensil, kipas angin maenan, dan berbagai kreasi seni lainnya. Inspirasinya bisa dilihat di Pinterest, ketik aja di google "pinterest". 


Nah, para pembaca sekalian.. bukan kah kita sangat hapal dengan ayat "innal mubadzzirina kanu ikhwanas-Syayathin", jangan sampai kegiatan-kegiatan yang sudah disusun sedemikian bagusnya menyisakan satu kesan yang kurang baik, tanpa kita sadari menjadi ajang praktek mubadzir. Sebisa mungkin kita maksimalkan acara tersebut dengan memperhatikan hal-hal sederhana seperti tidak membuang sisa air minum kemasan, mengelola sampah plastiknya, dan membuang sampah bekas kegiatan tersebut dengan tertib ke tempat sampah yang sudah disepakati warga sekitar. 

Kedepannya mungkin, dengan pengelolaan sampah plastik yang baik dan benar bisa saja lembaga da'wah dan pendidikan seperti masjid, mushola, pesantren dan sekolah bisa mempunyai BANK SAMPAH PLASTIK yang bisa menghasilkan pundi-pundi rupiah. Lumayan kan ada pemasukan dari hasil pengelolaan tersebut. Adapun yang mau serius mempelajarinya bisa baca di link berikut https://munasya.com/membuat-bank-sampah/

Sumber : https://dlh.semarangkota.go.id/3-cara-mengelola-bank-sampah-dengan-benar/

Demikian tulisan singkat ini saya angkat sebagai wujud keprihatian dan kepedulian saya terhadap sisa air kemasan yang sering dibuang cuma-cuma, mubadzir banget kalo sampai kebiasaan ini dilakukan terus-terusan. Semoga tulisan ini bermanfaat, dan mampu menggerakkan setiap pembaca untuk mengambil bagian, minimal penulis dan pembaca ga begitu. Aammiin 

-Apip Fudoli