
SAYD adalah singkatan dari Santri Asuh Yatama Daaruttajweed. Program yang dirancang khusus untuk santri-santri yatim yang mondok dan ngaji di TPQ maupun PONPES DAARUT TAJWEED.
Program ini sebenarnya sudah dibuat sejak dua tahun lalu, tahun 2023. Waktu itu fokus kami hanya mendata beberapa nama yatim yang diminta oleh panitia acara santunan yatim.
Akhir tahun 2025, pembangunan pondok pesantren daarut tajweed secara fungsi sudah selesai dimana lantai 1 dan lantai 2 sudah bisa dimanfaatkan sesuai fungsinya yaitu untuk ngaji dan nginep santri-santri. Alhamdulillah ada beberapa santri juga yang mulai mau nginep atau mondok meskipun masih santri sekitaran kampung.
Selain itu, di akhir tahun 2025 juga kami mendapatkan berita duka atas wafatnya dua saudara saya. Pertama, keponakan saya (Almh) Azqilla binti Ilham yang wafat tanggal 14 Desember 2025, salah satu faktor penyebabnya adalah penyakit asma akut yang dideritanya. kedua, kakak ipar saya (Alm) Parman bin Otong yang wafat sepuluh hari setelahnya, tepatnya tanggal 24 Desember 2025 juga karena penyakit yang dideritanya. Innalillahi wainna ilaihi rojiun. Akhir tahun itu adalah akhir hidup bagi kedua saudara saya, akhir tahun yang penuh dengan kesedihan.
(Alm) Mas Parman meninggalkan satu orang istri dan dua anak laki-laki. Istrinya itu adalah teteh kandung saya dan dua anak-anaknya adalah keponakan saya. Istrinya jadi seorang janda dan kedua anak-anaknya sekarang berstatus yatim. Qoddarullah, kuasa Allah maka atas izin Allah jualah program SAYD (Santri Asuh Yatama Daarut Tajweed) bangkit kembali. Saya tawarkan ke teteh saya dan kedua keponakan saya untuk tinggal di pondok pesantren, mengingat dan menimbang cerita di belakangnya yang rumit dan panjang. Alhamdulillah mereka bersedia.
Hari itu juga saya mulai mendata ulang nama-nama santri yatim dengan lebih rinci di lingkungan pondok pesantren daarut tajweed, dilengkapi dengan surat-surat pendukung seperti surat keterangan kematian ayahnya, kartu keluarga (KK) dan data-data sekolahnya agar data SAYD lebih rapi dan bisa dipertanggung jawabkan secara pelaporan baik kepada pemberi manfaat santunan yatim lebih-lebih kepada dzat yang telah memberi kita rezeki, yakni Allah SWT. kemudian kita kuatkan konsep dari pada program SAYD tersebut dalam bentuk proposal. klik s.id/ProposalSAYD2026
Apa sih tujuan dari program SAYD ini?
Dari hasil perenungan dan tafakkur serta analisis mempelajari kebutuhan dasar anak-anak yatim juga mengukur kemampuan program ini maka kami ketengahkan dua tujuan utama adanya program ini yaitu membantu biaya pendidikan anak-anak yatim dan ngasi uang jajan pekanan ke mereka.
Abdurrahman (16 tahun) yang tadinya sekolah di SMK Gema Nusantara, CIbarusah pindah ke SMK Insan Madani, Sukatani dan adiknya Faturrahman (11 tahun) yang tadinya sekolah di MI Al-Maghfirah, Serang pindah ke MIN Bekasi, Sukatani. keduanya diterima dan dimudahkan urusan administrasinya.
Selain itu, santri-santri yatim kami lainnya seperti Prasetya, Rihana, Annisa, Bima dan Siti Nurul Hasanah digratiskan biaya pendidikannya selama ngaji / mondok di sini, juga kebutuhan belajarnya seperti seragam, kitab, buku, dan lain-lain.
Tujuan kedua dari program SAYD ini adalah ngasi uang jajan pekanan. Kami melihat bahwa uang saku atau uang jajan adalah kebutuhan harian yang tidak bisa dielakkan. miris sekali ketika mereka bisa bersekolah akan tetapi tidak bawa uang saku, gak bisa jajan, gak bisa beli makanan atau minuman layaknya teman-teman mereka jajan. Tentu kasian kan?
Menurut tulisan Annisa Ayu Artianti yang dimuat di medcom.id 12 Juli 2025 yang berjudul "Uang Jajan Anak Sekolah di Kota Besar, Berapa Idealnya?Ini Rincian", beliau menuliskan :
"Beberapa survei informal dan diskusi di kalangan orang tua menunjukkan bahwa: Anak SD di Jakarta biasanya mendapat uang jajan harian sekitar Rp5.000-Rp15.000, tergantung lokasi sekolah dan kemampuan orang tua. Anak SMP bisa mendapat Rp10.000-Rp20.000 per hari, terutama jika mereka sudah mulai jajan sendiri tanpa bekal dari rumah. Anak SMA bahkan bisa mendapat Rp15.000-Rp30.000 per hari, apalagi jika lokasi sekolah dekat dengan pusat perbelanjaan atau banyak tempat makan cepat saji."
Berdasarkan keterangan di atas juga menyesuaikan kemampuan kami dalam menghimpun donasi dan pertimbangan bahwa program ini in syaa allah akan berjalan terus menerus, maka uang jajan yang kami berikan kepada anak-anak yatim kisaran TRp. 25.000- Rp. 35.000 per pekan setiap hari jum'at sore yang kemudian kami kemas dalam kegiatan pengajian dan santunan anak-anak yatim.
Mudah-mudahan niat baik kami dalam menjalankan Program SAYD 2026 ini senantiasa diridhoi oleh Allah SWT. Aammiin. Satu hal yang menjadi catatan kami adalah bagaimana donasi yang masuk kami catat dan laporkan selengkapnya, penerimaan dan penyaluran didokumentasikan dengan baik agar pihak-pihak yang terlibat dalam program ini; donatur, penerima manfaat (yatim) dan pengelolanya sama-sama bisa saling mengoreksi, tentunya mudah-mudahan mendapatkan pahala terbaik dari Allah SWT. info lengkap laporan bisa dilihat di s.id/LaporanSAYD2026
Kami mengajak sahabat donatur dimana pun berada untuk ambil peran sebagai orang tua asuh bagi anak-anak yatim yang saat ini mengaji di TPQ dan Ponpes Daarut Tajweed dengan mendaftarkan diri melalui s.id/OrangTuaSAYD. Semoga sahabat donatur senantiasa dibalas dengan kebaikan yang lebih baik oleh Allah SWT. Aammiin.
salam
Ust. Apip Fudoli S.F, S.Pd.,M.M.
Direktur Program SAYD
WA 08978587360



